Begini Pesan BPD saat sambutan malam resepsi HUT RI Ke- 73

Begini Pesan BPD saat sambutan malam resepsi HUT RI Ke- 73

DARMAKRADENAN.DESA.ID; Ajibarang- Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Darmakradenan H.Rohim menghimbau kepada seluruh masyarakat agar dalam mengisi kemerdekaan harus selalu bergotong- royong sehingga terciptanya persatuan dan kesatuan.

Selain itu kepada para pemuda – dan pemudi juga beliau berpesan agar bisa menjadi contoh yang baik, tidak bermalas -malasan dalam bekerja maupun berjuang dan mempunyai sebuah kreativitas baru.

Untuk mengisi kemerdekaan di tahun ini juga harus lebih mementingkan persatuan dan kesatuan, kerja keras, kerja sama dan berprestasi untuk menjadikan masyarakat yang mandiri dan berdikari.

“Kita harus mandiri dan berdikari tanpa harus mengharap apapun dari orang lain”. Ungkapnya saat berpidato pada malam resepsi HUT RI ke 73 di kompek Sawo Desa Darmakradenan Kecamatan Ajibarang, Sabtu (16/09).

Himbauan kepada orang tua agar anak- anaknya tidak terpaku pada gadget, dan tidak membiarkan anak-anaknya terlalu sering menggunakan HP yang pada akhirnya nanti menimbulkan sifat pemalas. Munculnya anak-anak Darmakradenan yang sudah berprestasi untuk bisa dipertahankan dan lebih ditingkatkan lagi baik ditingkat Desa, Kecamatan dan Kabupaten bahkan untuk bisa berprestasi ditingkat Provinsi dan pusat.

Sebuah impian besar agar ada salah satu dari pemuda- pemudi Darmakradenan bisa ikut serta dan eksis dalam mewujudkan prestasi pada sea games sehingga Darmakradenan bisa mendunia.

Kepala Desa Darmakradenan H. Harjono Fauzan mengucapkan banyak terima kasih kepada masyarakat atas dukungan dan sumbangsihnya kepada Pemerintahan Desa baik material maupun spiritual sehingga seluruh rangkaian kegiatan yang diselenggarakan oleh panitia dalam peringatan HUT RI ke 73 berjalan dengan tertib dan lancar. (Mif79).

Meriahkan Hari Kartini, Ratusan Siswa Gelar Pawai

Meriahkan Hari Kartini, Ratusan Siswa Gelar Pawai

darmakradenan.desa.id; Ajibarang- Memperingati hari Kartini, ratusan siswa SD Negeri 3 Darmakradenan, Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas, Jum’at (21/4/2017) pagi menggelar pawai busana adat jawa.

Pawai busana adat dengan mengelilingi jalan raya di sekitar lingkungan sekolah ini diikuti oleh ratusan siswa- siswi.

Hajat tahunan ini berlangsung meriah dan para siswa tampak begitu antusias  dengan busana adat yang mereka kenakan yaitu adat jawa.

Pawai busana adat jawa dengan melintas  di kawasan perkampungan tepatnya di jalan raya  Gumelar – Ajibarang ini sontak menyedot perhatian warga sekitar. Mereka berkerumun di sepanjang jalan yang dilalui para siswa yang mengenakan busana tersebut.

Bahkan sejumlah warga tampak gemas menyaksikan kepolosan tingkah polah para siswa yang dibalut busana daerah tersebut. Meski pawai yang digelar menempuh perjalanan cukup jauh, namun para siswa tidak tampak kelelahan. Mereka tampak begitu bersemangat mengikuti berlangsungnya kegiatan pawai ini.

Khusnul Khotimah, selaku ketua panitia Peringatan Hari Kartini SDN 3 Darmakradenan mengatakan kegiatan ini digelar setiap tahun. Tujuannya selain untuk mengenalkan sosok pahlawan emansipasi wanita RA Kartini, juga untuk meIestarikan seni tradisi serta budaya jawa.

Peringatan Isra Mi’raj nabi Muhammad SAW juga sebagai rangkaian kegiatan serta lomba peragaan busana  dilaksanakan usai pawai oleh siswa dan para guru SDN 3 Darmakradenan.

“Kegiatan ini bukan sekedar peringatan Hari Kartini saja, tapi lebih mengenalkan jiwa-jiwa kepahlawanan kepada para siswa sejak dini,” ungkapnya kepada PusInfoDarma,Jum’at (21/4/2017).

Ia berharap dengan pengenalan dan pengajaran tentang jasa-jasa kepahlawanan sejak dini kepada siswa, bisa menularkan dan membangkitkan semangat untuk belajar demi meraih cita-cita masa depan anak Indonesia.

“Era sekarang, selain harus dibekali ilmu pengetahuan umum dan agama yang komplit, siswa juga mesti memiliki teladan kepahlawanan Indonesia, khususnya RA Kartini,” pungkasnya.

Menurut pantauan PusInfoDarma peringatan hari Kartini juga diselenggarakan di SD lain. Seperti di SDN 2 Darmakradeanan, para siswa sambil belajar juga mengenakan pakaian adat jawa, sementara  di MI Ma’arif Darmakradenan ratusan siswa dan siswi mengikuti jalan sehat yang diselenggarakan para guru dengan berkeliling kampung. (Miftah Ahmad/MA).

Warga Gerebek Penyebar Ajaran Aliran Sesat

Warga Gerebek Penyebar Ajaran Aliran Sesat

Warga bersama jajaran Polsek Ajibarang saat menggrebek tempat yang diduga sebagai praktek ajaran aliran sesat.

Ajibarang, darmakradenan.desa.id_ Seratusan warga Desa Karangbawang, Kecamatan Ajibarang, Banyumas, menggerebek sebuah rumah yang diduga sebagai tempat aktivitas pengajian aliran sesat, Rabu (29/3) dini hari.

Aksi penggerebekan rumah tersebut dilatarbelakangi karena ajaran yang diberikan Damiri, ustadz yang diduga mengajarkan aliran sesat sudah meresahkan warga. Pria berusia 50-an tahun asal Desa Darmakradenan Kecamatan Ajibarang mengajarkan cara salat yang berbeda dengan syariat Islam yang baku.

Namun, dalam penggerebekan warga tidak melakukan aksi anarkis karena dicegah oleh aparat kepolisian. Polisi juga mengamankan tempat tersebut “Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan polisi mengamankan Damiri yang diduga sebagai guru dan seorang muridnya ke Mapolsek Ajibarang,” kata Kapolsek Ajibarang AKP Sapardi.

Kepala Desa Karangbawang, Budi Supraptoro, mengatakan, warga resah sejak munculnya kegiatan pengajian di desa tersebut. Pengajian yang dilakukan Damiri dan anak buahnya ini dinilai menyesatkan.

Dalam pengajian itu, kata dia, ustadz menyarankan jamaahnya melakukan praktik salat sesuai ajaran ustadz berupa gerakan-gerakan yang tidak seperti diajarkan dalam agama Islam. Cara sembahyang mirip gerakan agama Hindu.

Kemudian, cara berwudlu juga sangat berbeda dengan ajaran Islam yang dipahami warga selama ini. Airnya disunahkan pakai air sirih. Ustadz juga tidak mewajibkan salat Jumat maupun salat di masjid.

Ajaran yang didapatkan dari penafsiran terjemahan Alquran ini pun telah diyakini dan diikuti sekitar 22 orang termasuk anggota keluarga dan sejumlah warga Desa Karangbawang.

Sementara itu, keesokan harinya, Damiri dan pengikutnya dimediasi dengan warga masyarakat di Ajibarang di Mapolsek Ajibarang. Hadir dalam mediasi tersebut, muspika/Forkompin Ajibarang dan Polres Banyumas, perwakilan dari MUI, MWC NU dan Pemimpin Cabang Muhammadiah Ajibarang, KUA dan tokoh masyarakat.

Dari mediasi itu, Damiri mengaku materi yang diajarkan tidak menggunakan alquran tapi menggunakan terjemah alquran dan tidak mengakui hadits. Hasil mediasi tersebut, masing-masing tokoh masyarakat dan lembaga merekomendasikan bahwa kelompok Damiri beserta pengikutnya sesat dan menyesatkan, termasuk inkar sunah.

Damiri beserta pengikutnya akhirnya menyadari kekeliruanya dan akan kembali ke ajaran yang benar sesuai dengan yang dianut oleh masyarakat Islam pada  umumnya. (ip79)

Panitia Seleksi Sekdes Desa Darmakradenan Dibentuk

Panitia Seleksi Sekdes Desa Darmakradenan Dibentuk

rapat-sosialisasi-pansel-2

Camat Ajibarang, Alex Teguh Wibawa (Tengah) saat menyampaikan sosialisasi pembentukan panitia seleksi rotasi jabatan perangkat desa di Desa Darmakradenan, Selasa (27/9). Kemarin.

PusInfoDarma_ Untuk memenuhi kebutuhan Sekretaris Desa sejak akhir September 2015 mengalami kekosongan, maka sesuai Peraturan Daerah no 7 tahun 2016, Kepala Desa harus membentuk Panitia Seleksi (Pansel) untuk memilih Sekertaris Desa (Sekdes) Definitif dari perangkat desa dengan jabatan Kadus atau Kasi atau Kaur melalui seleksi dengan beragam penilaian, baik administratif, masa kerja, taat aturan, loyalitas, kinerja maupun presentasi.

Acara sosialisasi yang digelar di Pendopo Desa Darmakradenan yang dihadiri dari berbagai lembaga yang ada di Pemerintahan Desa Darmakradenan berjalan sesuai rencana, Selasa (27/9) kemarin.

Dalam penyampaiannya, Alex Teguh Wibawa M,S.sos selaku Camat Ajibarang sekaligus nara sumber mengatakan, pentingnya perubahan maindset dijajaran perangkat desa semuanya harus menyesuaikan dengan kebutuhan, hal inilah yang mendorong Pembaruan Sistem Organisasi  dan Tata Kerja (SOTK) Perangkat Desa selain karena kebutuhan akan Sekdes definitif bagi seluruh desa di Kabupaten Banyumas.

“Setiap Kasi, Kadus dan Kaur harus mengikuti tahapan seleksi, dan peserta dengan nilai tertinggi berhak menjadi Sekdes”, Terangnya.

Selain materi sosialisasi dan pembentukan Pansel, Camat Ajibarang juga menyampaikan terkait Tugas pokok dan fungsi nantinya di struktur organisasi terbaru di Pemerintahan Desa Darmakradenan yang memancing cukup banyak pertanyaan dari hadirin.

Desa Darmakradenan sejak Sekretaris Desa Kistam purna tugas pada Bulan September Tahun 2015, belum ada pengganti Sekdes definitif, selama hampir 1 tahun menggunakan Pelaksana Tugas (Plt.) Sekdes yang dijabat oleh Kepala Urusan Umum, Tri Susanti.

Dalam sesi pembentukan calon panitia seleksi, Kepala Desa Darmakradenan Harjono telah menunjuk 7 orang dari unsur lembaga desa dan tokoh masyarakat yaitu Drs.H.Rohim,Mpd (BPD), ZE.Joko Yudho Prayitno (BPD), Imam WS (LPMD), Shoimam Shoffan,S.Kom (Karang Taruna), Zulfa M Nur (Tomas), Carwan (Tomas), Ida Yulianti,S.Pd (PKK) dan Julehah, S.A.P (Unsur Perangkat Desa).

Untuk tahap awal Pansel yang direncanakan bekerja untuk promosi jabatan Sekretaris Desa yang proses seleksinya harus diikuti oleh para Kepala Seksi, Kepala Dusun dan Kepala Urusan. Sedangkan satu jabatan yang ditinggalkan oleh Kaur, Kasi dan Kadus diperuntukan proses seleksinya bagi Staf. Setelah itu akan melaksanakan rotasi mutasi jabatan usai sekdes dilantik. (Miftah Ahmad untuk darmakradenan.desa.id).

Enam Rumah Warga Terancam Longsor

Enam Rumah Warga Terancam Longsor

DARMAKRADENAN.DESA.ID_ Tebing longsor setinggi 20 meter dan sepanjang 30 meter di Grumbul Pegawulan Desa Darmakradenan, Kecamatan Ajibarang, mengancam enam rumah warga di sekitarnya.

Pemerintah desa dan warga terus memantau perkembangan lokasi jalan di atas tebing yang telah mengalami retak sejak Jumat (23/9) lalu. Kadus 1 Desa Darmakradenan, Julehah mengatakan, enam rumah warga yang terancam longsoran tebing dan jalan tersebut adalah milik Pujiono (42), Asmawikarta (76), Wasirin (38), Rasito (44), Mudiarjo (56), dan Solehan (48).

Para penghuni rumah tersebut kini terus diimbau untuk waspada ketika hujan deras turun. Apalagi seperti diketahui, hingga akhir September ini intensitas hujan deras masih saja terjadi.

“Pemerintah desa bersama ketua lingkungan setempat untuk semakin waspada ketika hujan turun. Kami berharap agar potensi longsor susulan dapat diantisipasi. Apalagi dengan kondisi medan tebing yang ada sekarang ini sangat rawan terjadi longsor kembali,” katanya, kemarin.

Terkait dengan kondisi tersebut, pemerintah desa telah melaporkan hal tersebut kepada pihak Pemerintah Kabupaten Banyumas, khususnya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyumas. Pemerintah desa berharap dinas terkait dapat memberikan bantuan berupa pembangunan talut penahan tebing dan drainase.

Drainase

“Kami berharap agar dalam waktu segera, pemerintah daerah dapat memberikan bantuan untuk pembanguan talut dan juga drainase. Karena potensi longsor bisa terjadi karena tidak memadainya saluran drainase di lokasi ini,” jelasnya.

Dijelaskan oleh Julehah, selain Grumbul Pegawulan, sebagian besar wilayah Desa Darmakradenan yang berbukit dan bergunung- gunung dengan kontur tanah cadas, kapur dan liat ini sangat rawan longsor. Untuk itulah kewaspadaan warga terhadap tanah longsor ketika hujan deras terus diupayakan. “Karena memang dengan lokasi pemukiman yang berada di bawah dan di atas tebing, sangat rawan terdampak longsor. (Ip79).