Pemdes Diminta Optimalkan Media Sosial

Pemdes Diminta Optimalkan Media Sosial

AJIBARANG- Untuk menunjang performa dan kinerja organisasi, pemerintah desa diharapkan mengoptimalkan media sosial. Pasalnya media sosial dinilai efektif untuk publikasi hingga komunikasi dengan publik.

Analis Konten Media Sosial Dinas Komunikasi dan Informasi Kabupaten Banyumas menegaskan hal itu saat Pelatihan Jurnalistik Singkat, Desa Darmakradenan, Kecamatan Ajibarang, Anggit Pamungkas, Kamis (12/11).

Optimalisasi media sosial dinilai penting sebagai bentuk transparansi dan keterbukaan pemerintah desa kepada masyarakat. “Media sosial seperti instagram milik pemerintah khususnya desa memang perlu terus dioptimalkan. Contohnya misalnya kenapa sekelas performa media sosial pemerintah cukup sedikit followernya (pengikutnya, red),” katanya.

Untuk mengoptimalisasikan hal ini, kata Anggit, peran dari pemerintah desa bersama masyarakat yang paham dan menguasai pengelolaan media sosial sangat diperlukan. Makanya pelatihan dan pendalaman pengetahuan tentang optimalisasi media sosial harus diintensifkan.

“Jadi kemampuan jurnalistik hingga pengelolaan media sosial yang diperankan oleh pemerintah bersama masyarakat misalkan melalui tim informasi desa ini harus terus ditingkatkan. Mengingat perkembangan teknologi informasi dan komunikasi saat ini terbilang cukup pesat,” ujarnya.

Kepala Desa Darmakradenan, Kecamatan Ajibarang, Imam Wasingun mengatakan pemberdayaan di bidang teknologi komunikasi dan informasi untuk mendorong keterbukaan informasi publik serta promosi potensi. Apalagi saat ini Desa Darmakradenan sedang mengembangkan desa wisata.

“Selain penyiapan sarana prasarana untuk wisata dan sistem informasi desa ini, kita juga dorong untuk penyiapan sumber daya manusia pengelola wisata terutama pengelolaan media sosial. Selain pelatihan singkat ini, kita juga akan adakan pelatihan lanjutan termasuk praktik langsung pengelolaan media sosial,” jelasnya.

963 Warga Darma, Terima KKS. Apa itu?

963 Warga Darma, Terima KKS. Apa itu?

Darmakradenan.desa.id– Sebanyak 963 warga Desa Darmakradenan, Kecamatan Ajibarang menerima Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), Rabu (29/4) di balai desa setempat.

Lalu apa itu KKS? “Nama formalnya Kartu Keluarga Sejahtera Covid-19. Tapi sederhananya ini bantuan dari pemerintah sama persis dengan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang sebelumnya sudah berjalan,” kata Kepala Desa Darmakradenan Imam WS.

KKS ini sifatnya tambahan dari penerima BPNT yang sebelumnya (reguler). Adapun leading sector di pemerintah pusatnya adalah Kementerian Sosial (Kemensos). Bertindak sebagai lembaga mitra penyalur adalah Bank Mandiri.

“Dalam skema nasional ini yang disebut Presiden Jokowi sebagai jaring pengaman sosial. Seperti BPNT, penerima KKS akan dapat paket sembako senilai 200 ribu selama April-Desember mendatang,” jelas Imam lagi.

Pemdes, kata Imam hanya sebatas memfasilitasi pembagian kartu. Termasuk didalamnya mengundang masyarakat penerima berdasarkan daftar dari Kemensos. Soal siapa penerima dan kriteria detil murni Kemensos dengan Based Data Terpadu (BDT).

“Mohon tidak perlu ada prasangka buruk, terutama maaf bagi yang tidak menerima tapi merasa butuh. Dari jumlah tertera, kemarin ada yang tidak terambil dan itu kembali dibawa Mandiri. Sekali lagi ini di luar kewenangan desa,” jelas Imam.

Bicara program sosial, Imam menyebut selain BPNT dan KKS sudah ada juga PKH sebanyak 716 orang. Selanjutnya direncanakan ada juga bantuan langsung tunai (BLT) yang bersumber dari dana desa. Sebagaimana amanat pemerintah untuk menangani dampak covid 19.

“Semoga segala ikhtiar pemerintah ini berdampak langsung pada kebutuhan masyarakat. Terus waspada tanpa panik. Ikuti anjuran pemerintah, dawuh kyai dan ulama juga terus berdoa. Insyaallah corona ilang, urip lan ngibadah tenang,” katanya lagi.

Kondisi Wabah Corona,  Begini Pelantikan BPD Darmakradenan

Kondisi Wabah Corona, Begini Pelantikan BPD Darmakradenan

Darmakradenan– Sepanjang sejarah Desa Darmakradenan tampaknya baru kali ini pelantikan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) berlangsung berbeda. Pasalnya, pelantikan berlangsung secara online (daring) dan serentak bersama 15 Desa se Kecamatan Ajibarang.

“Alhamdulillah BPD sudah dilantik. Karena sedang wabah corona jadi pelantikan oleh Camat Ajibarang live melalui teleconfrence. Mungkin ini pertama kali baru pernah,” kata Kepala Desa Imam WS.

Melalui sambungan teleconference, Camat Ajibarang Eko Heru Surono, S.Sos. menyampaikan sejumlah amanat. Terkhusus soal wabah pandemi corona di Ajibarang. Salah satunya soal jumlah pemudik Ajibarang yang mencapai hampir 2.000.

Eko Heru Surono, S.Sos. selaku Camat Ajibarang saat pengambilan sumpah janji BPD se Kecamatan Ajibarang melalui teleconfrence, Rabu (08/04/2020). (Foto: Miftah Ahmad untuk darmakradenan.desa.id)

“Pertama saya minta semua aparat untuk waspada karena sedang ada wabah corona. Kedua mohon kerjasama saling mengawasi terutama jumlah pemudik Ajibarang yang mencapai 1.800an dan terus bergerak menuju 2.000,” katanya.

Gugus tugas hingga RT/RW juga diminta bertindak maksimal. “Kita ini harus saling menjaga mengingatkan. Bukan saling curiga. Satgas dan gugus tugas harus dilengkapi sekomplit mungkin,” ujarnya lagi.

Tidak lupa Camat Ajibarang juga kembali menekankan soal ibadah yang dilakukan di rumah. Sekaligus menekankan kewajiban untuk mengenakan masker. Sebagaimana sudah di sampaikan Bupati Banyumas Ir H Achmad Husein. (Admin).

Data Online, 106 Orang Masuk Darmakradenan

Data Online, 106 Orang Masuk Darmakradenan

Bidan Desa Darmakradenan, Deaswita Ayu Putri didampingi Moh Ikbal (Tim Puskesmas 1 Ajibarang) dan Tim Gugus Tugas Melawan Corona Desa Darmakradenan saat memeriksa suhu badan warga perantau yang baru mudik, kemarin.

DARMAKRADENAN– Langkah strategis Pemdes Darmakradenan dalam mengantsipasi penyebaran virus Covid-19 terus berlanjut. Setelah melakukan penyemprotan disinfektan dan pemeriksaan jemput bola, Pemdes giliran update data pendatang yang masuk Darmakradenan.

“Sampai dengan Sabtu (28/3) pukul 13.00 terdata ada 106 orang pendatang/pemudik ke Darmakradenan. Data ini berdasarkan laporan online melalui website desa sejak 18 Maret lalu,” kata Kepala Desa, Imam WS.

Dari data tersebut, diketahui 98% diantaranya menyatakan kondisinya sehat. Sedangkan 3,9% diantaranya sakit. Adapun wilayah asal kedatangan, mayoritas Jabotabek, Sumedang, Depok, Banten dan daerah lainnya.

“Untuk yang terdata menyatakan sakit, sudah dikonfirmasi melalui tenaga medis desa dan puskesmas Ajibarang. Dan secara umum sudah kita minta untuk bisa bersabar mengisolasi diri di rumah selama 14 hari,” kata Imam menambahkan.

Selebihnya, kepala desa dengan sejumlah perangkat meminta kerjasama baik masyarakat maupun perantau yang baru mudik. Yakni saling menjaga dan saling mengingatkan. Jangan sungkan lapor dan memberitahu desa, syukur langsung periksa ke Puskesmas kemudian berdiam diri di rumah.

“Secara prinsip, Pemdes tidak pernah melarang orang mudik. Kami hanya minta kerjasamanya. Terutama jika yang datang dari daerah terdampak untuk mengikuti anjuran pemerintah. Sedangkan yang sedang sakit, secepatnya periksa dan jangan kemana-mana dulu,” pintanya.

Sekretaris Desa, Ahmad Miftah, secara umum juga mengapresiasi masyarakat yang sudah berpartisipasi aktif dalam pencegahan Covid-19. Menurutnya, perangkat desa dengan segala keterbatasan sangat membutuhkan dukungan dan kerjasama serta swadaya dari masyarakat.

Sekretaris Desa, Ahmad Miftah, secara umum juga mengapresiasi masyarakat yang sudah berpartisipasi aktif dalam pencegahan Covid-19. Menurutnya, perangkat desa dengan segala keterbatasan sangat membutuhkan dukungan dan kerjasama serta swadaya dari masyarakat.

“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Keterlibatan masyarakat sangat kami butuhkan. Kooperatif, saling mendukung dan saling menguatkan. Kita berharap Covid -19 ini tidak sampai ke Darmakradenan,” katanya. (admin)